Sabtu, 10 September 2016

IBU BAPAK HAJJ EDITION

Bosen juga kalau tiap entri, isi prolognya tentang penyesalan dan alasan ngaret nyetor tulisan di sini. Jadi saya putuskan untuk membuang kebiasaan curcol tidak penting yang terlalu mainstream itu di setiap mengawali sebuah entri di blog ini.

Tahun ini ada banyak hal yang berkesan terjadi, tahun di mana masa hidup telah melewati garis perak. Transisi pemikiran, cara bertindak, tanggungjawab akan sangat bergeser, believe me!.
Dulu ibu sering cerita, waktu sebelum saya lahir ibu menitipkan doa ke seorang teman yang berangkat haji. Segala macam doa yang baik, termasuk salah satunya kecerdasan pikiran. Walaupun sebenarnya saya merasa hal itu tidak terlalu mencolok di diri saya, paling tidak ibu mengakui hal tersebut memang benar-benar sesuai dengan yang ibu harapkan, yaah mungkin ibu mengambil kesimpulan dari nilai rapor saya selama sekolah SD-SMP-SMA dengan perbandingan nilai-nilai rapor abang sama adek. Yes, i won. I did. Menang banyak!. 
Tapi, saya rasa ibu menarik kembali kata-katanya setelah melihat KRS semester pertama saya waktu kuliah. HAHHAHH! berantakan.
Yah, intinya di situlah betapa besarnya kekuatan doa-doa yang dipanjatkan di Baitullah.

Untuk hal ini ada penjelasan ilmiahnya, Agus Mustafa dalam bukunya, Pusaran Energi Kakbah, menyatakan bahwa adanya Gaya Lorentz yang menyebabkan doa-doa lebih cepat terkabul ketika tengah berada di depan Kakbah atau Multazam. Hukum itu menjelaskan bahwa pad akonduktor melingkar yang dialiri arus listrik beralawanan arah jarum jam akan menghasilkan medan magnet yang mengarah ke atas. Tepat vertikal di atasnya adalah Baitul Makmur di alam malaikat, tempat para malaikat, Jin, Nabi Adam awalnya beribadah kepada Allah.


Tahun ini, alhamdulillah ibu bapak mengakhiri masa penantian selama 6 tahun untuk melakukan ibadah haji. Beliau sendiri yang tahun ini akan memanjatkan doa di Baitullah, atau di tempat-tempat strategis untuk memanjatkan doa-doa seperti Raudhah di Mesjid Nabawi, dan Multazam, tempat di antara Hajar Aswad dan Pintu Kakbah. Dua September kemarin anaknya yang paling kece ini berulangtahun, ulang tahun ke-sekian yang jumlahnya sudah banyak, kebetulan mereka sedang berada di tanah haram. Punya anak kece yang sedang berulang tahun, posisi sedang berhaji, berumur sudah banyak tapi belum berumahtangga, menurut kalian apa lagi coba doa yang paling masuk akal yang mereka panjatkan??!! YAAAAH! tidak perlu pake teriak, semua orang juga sudah bisa nebak.

Dini hari dua september bapak kirim pesan lengkap dengan doa-doa untuk anak gadisnya ini, sementara ibu kirim BBM beserta gambar ini

nyess banget liat pemandangan ini
Yaa, pokoknya terserah Allah saja. Yang jelas tugas manusia adalah terus berjuang, belajar, dan berdoa. Dan saya salah satu orang yang berpendapat bahwa berumahtangga itu bukan perkara kewajiban seseorang yang sudah berumur sekian, tetapi kesiapan, kemampuan, dan tentunya ketetapan Allah lah yang memutuskan. Mampu secara jasmani, rohani, finansial, sosial, dan yang paling penting dan paling kentara adalah ilmu. Untuk point ilmu aja, ada beberapa sub point lagi, ilmu agama, parenting, sosial, manajemen, dsb. 

Berharap apa sih kalo nikah mainnya dadakan, emang dangdut. Memang sih saya tidak akan melahap semua point materi tsb keburu udzur juga nih umur, tapi paling tidak ada basic ilmu yang sudah harus kita mulai dalami, dan itu (menurut saya) belum bisa sambil jalan. Istilah anak-anak yang pedekate si, "kita jalani aja dulu". 

Sono jalan sendiri aja lo duluan, nyebur ke laut sekalian!! Nanti belum ada basic yang bagus, main belayar aja .. bisa-bisa kapal oleng iya syukur kalo cuma oleng, kalo karam terus anyut?!

Ibu gak salah kalo sering memperingatkan anak gadisnya ini, malah bener banget sebenarnya. Dan bapak, seperti biasa, selalu percaya kalo saya tau apa yang terbaik buat diri saya, dan percaya kalo saya masih berusaha untuk tetap di jalan yang benar.

By the way, ibu bapak walaupun jauh di sana tapi tetap eksis banget loh. Jadi kita di rumah sering banget diteror sama telpon dan video call dari ibu bapak di jam-jam yang ajaib. Karena di sana selisih jam nya kira-kira 5 jam dengan WIB. 


pasangan sehidup-sesurga yang saya kenal

pokoknya HITS!
Statusnya sekarang saya ini di rumah jadi menteri keuangan merangkap pemegang kuasa anggaran. Jadi dua hari sekali ada schedule belanja pagi ke pasar. Untungnya ada kakak bapak yang rela bantu buat masak di rumah dan memenuhi kateringan anak kos. Karena jam kerja so pasti gak memungkinkan buat masak sendiri coy.

Dan untuk periode satu bulan ini harus menunaikan berbagai macam angsuran dan tagihan sana-sini. Huffft! memang ditinggalkan itu tidak pernah lebih mudah. Kebiasaan meninggalkan rumah beserta isinya, jadinya cuma bawa diri yang harus diurus, sedangkan kalau tinggal.. ada banyak hal yang jadi tanggungjawab dan menuntut diurus. Rasaain!

Alhasil adalah, menekan sesaat nafsu dan ego untuk hasrat bike to work selama lebih dari empatpuluh hari ini. Hobby itu bukan prioritas, ada banyak hal-hal yang nyatanya lebih membutuhkan perhatian untuk menjadi prioritas.

...to be continued

Jumat, 24 Juni 2016

BOOK REVIEW - NOVEL BIOGRAFI MUHAMMAD (Lelaki Penggenggam Hujan)

suplemen

Terusirnya Sang Lelaki Mulia dari kota kelahirannya Mekah, Yastrib menjadi tempat beliau membangun kekuatan atas seizin Allah. Dibersamai kaum Muhajirin, disambut dengan sukacita oleh kaum Anshar di kota yang kelak akan dikenal dengan nama Kota Cahaya ini, beliau membangun peradaban baru yang dipersiapkan sebagai Rahmatan lil alamin. Kita akan menyaksikan bagaimana Baginda Rasulullah SAW kembali ke kota Mekah dengan kepala tegak dan menumbangkan Hubal, si pagan raksasa , tanpa setitikpun kebencian dan dendam.

Dari tanah Yastrib yang gersang itu memancar tiga cahaya, dibukakan masing-masing ke Yaman, Suriah, dan Persia. Dari arah Istana Koshrou, sementara itu Sang Pemindai Surga memulai pelariannya atas dasar niatan pemurnian ajaran suci Zardusht. Sungguh pelarian yang memakan banyak air mata dan nyawa, ramalan manusia yang dijanjikan itu telah menghantui kekuasaan Khosrou. Rasa penasaran dan hasrat pembuktian akan kebenaran kitab Zardusht memberi Kashva kekuatan melawan hunusan pedang tentara Khosrou, menyusuri setapak rimba, hingga mendaki gunung salju.


Seperti membuka kembali buku sejarah Islam namun dengan plot yang ciamik. Ditambah penggunaan diksi yang jauh dari kesan khas buku ilmiah dan sejarah, buku ini benar-benar ibarat adjuvant therapy di bulan Ramadhan yang paling pas dengan Al-Qur’an sebagai terapi utamanya. Cara bercerita penulis benar-benar membawa kita menjadi sangat dekat dengan para sahabat Nabi, keluarganya, dan tentunya Baginda Rasulullah SAW sumber segala tauladan. 

Siap-siap nge-gotong seri kedua Muhammad - Pengeja Hujan dari gramed nih, ini nagih.

Judul : Muhammad - Lelaki Penggenggam Hujan
Penulis : Tasaro GK
Jenis : Novel Biografi
Tebal : 668 halaman
Edisi II, Cet.2, 2016

Kamis, 19 Mei 2016

Bookshelf W8ing List

Selamat (H+2) Hari Buku Nasional!!!

Setelah menggila di Gramedia pada World Book Day (23 Apr) yang lalu, badai godaan kembali menerjang... kemarin (17 Mei) Hari Buku Nasional kembali datang dengan tawaran diskon menarik, 20% all books.
Demi apah!

Sejatinya, saat ini adalah tanggal-tanggal kritis para penerima upah tgl 25 monthly. Namun... hasrat tetaplah hasrat, yang hampir selalu mem-buta-tuli-kan manusia.

Tapi, ini semacam sekuel yang tak akan habis...
Sungguh, buku satu-satunya barang yang tak pernah saya sesalkan membeli ketika tersadar dari ke-kalap-an diskon atau apapun bentuk euforia nya.

Below the brand new books on my private bookshelf:
1. "Gila Baca ala Ulama". Ali Bin Muhammad Al-'Imran
2. "3M Magic Memory for Muslim". Erwin Kurnia Wijaya
3. "Fihi Ma Fihi". Jalaluddin Rumi
4. "Belajar Hidup dari Rumi - Serpihan-serpihan Puisi Penerang Jiwa". Haidar Bagir
5. "Muhammad-Lelaki Penggenggam Hujan". Tasaro GK.

I've been reading the 2nd book of those..,and...i'll write the review then.
I hope i can.
I'm trying.

Catch y'all later.

Sebagai penutup, izinkan saya mengutip salah satu serpihan puisi elok dari Maulana Rumi.

"Malam larut
Malam memulai hujan
Ini saatnya kembali pulang (ke rumah Tuhan)
Jauh sudah kita mngembara
Jelajahi rumah-rumah kosong belaka"

Senin, 04 Januari 2016

+1 Bonus

Mari lestarikan tradisi mengisi blog di awal tahun masehi.  WOW! THIS is a Leap Year, Beibeh! We have one day bonus for this year.
PART 3-nya Kampung Inggris masih tersesat entah dimana, nyaris tertimbun tumpukan rutinitas bertabirkan kemalasan menulis. Whatever,  at least hari ini saya sudah membuat sedikit pergerakan signifikan yang mengarah ke sana. Semoga.

Normalnya blogger, postingan pertama mereka di awal tahun adalah resolusi.... resolusi, resolusi... resolusi. Yap, para blogger notmalnya memang para jiwa-jiwa optimis yang menjunjung tinggi semangaat pantang kalah. I was.

But, look... saya pernah dengar ungkapan tentang, tujuan hidup seseorang akan semakin sederhana seiring dengan bertambahnya kematangan diri, umur mereka. Mereka tidak menghapus, memutuskan asa-asa itu, mimpi-mimpi itu,  cita-cita itu.  Mereka hanya menyederhanakannya. Ingat tentang teori sederhana pecaha,  waktu SD dulu kita pernah dapat materi ini.

2/10 = 1/5 = 0,2
We just make it simpler, same goal,  same path...

Ternyata sejak di bangku SD kita telah diajarkan untuk menyederhanakan apapun, termasuk urusan hidup. 


HAPPY LIVING, FOLKS!

Kamis, 05 November 2015

Bukan Part 3


it should be the part 3, Let's Go To Kampung Inggris. But, as always me ... rasanya terlalu bukan 'me' kalau yang sistematis itu, jadilah postingan ini bukan tentang Kampung Inggris. Hmmm... ya gitu de!

kalau jaman kuliah rasanya sering banget kepala begah, terus buru-buru pengen muntah kapanpun itu... selalu aja bisa ditunaikan. Selarut apapun, gak jarang sampe gak tidur semalaman padahal ada kuliah pagi. Udah lumrah aja, yang penting plong. iya plong di kepala, entah apa manfaatnya cuap-cuap di sini yang penting plong buat diri sendiri aja dulu. Seratus delapan puluh derajat sekarang, kayaknya tidur telat dikit aja pertimbangannya sampe itung-itungan menit yang bisa dimanfaatin buat istirahat. Ahhh, alhasil unek-unek yah sebatas unek numpang lewat trus ilang di tikungan.

Perkara habit nulis ini saya sensitif banget, mati-matian ngotot harus dipertahanin. Selain saya suspect pengidap Mild Cognitive Impairment (red: pikun ringan dini, maaf ini bahasa alam saya sendiri) jadi pengen banget semua kejadian dan peristiwa saya itu ada blueprint berbentuk tulisannya yang bisa dikenang-kenang kalau sedang pengennya mungkin. Hal lainnya juga malu sama laman ini, teman lama yang mungkin sudah ngerasa terlupakan. Celakalah saya hanya demi materi melupakan seorang teman lama, teman semasa 4l4y. Dulu aja, hampir tiap kejadian pengen ditulis, dari kejadian di bus sampe nyari wi-fi di kafe, dari ngungsi di asrama sampe pindah kosan, dari momen ulangtahun orang sampe ulangtahun kucing tetangga. Yah sealay itu, kalo gak percaya bole cek archive blog di sidebar. Oh percaya? ya udah.

Momen rutin lainnya yang sering saya tulis dahulu kala adalah ketika hari blogger nasional. Biasanya itu adalah momen dimana kita para blogger merasa bagian dari seniman yang memiliki karya dan karya kita diapresiasi oleh khalayak nasional. itulah hari blogger nasional bagi saya. Semoga hari blogger nasional selalu bisa jadi reminder buat saya untuk selalu ingat menulis, selalu ingat untuk tetap 4l4y dalam menulis.

Sudah lama juga memang gak cerita hal-hal ringan tentang keseharian. sesederhana dan sesimpel apapun kejadian sehari-hari bukan tidak mungkin selalu ada hal yang patut dijadikan pembelajaran. Tidak melulu harus ada jalan-jalan atau liburan kemana baru harus terpaksa ditulis, keseharian pun sarat akan makna kalau kita memang mau mengambil pembelajaran dari setiap peristiwa. Cailah, gaya banget!. Yah pokoknya gitulah kurang lebih. 

Jadi intinya untuk habi 4l4y satu ini mau tak mau harus saya pertahanin, walau Raditya Dika tak lagi ber-'kandang' di dunia ini saya akan tetap melestarikan 'kandang' ini hingga nanti titik liur penghabisan. Tapi, in that case Raditya Dika tetap berkarya dalam media lain.

Karena sekarang gak bisa seeksis dulu cerita keseharian, jadi sekedar sekilas, saya akan rangkum keseharian saya sekarang per point berikut:
  • Setelah Semarang gagal dengan saya, saya re-domisili Kota Jambi sejak awal Juni
  • sebelum ke jambi sempat nyangkut di kampung Inggris selama hampir sebulan, buru-buru pulang karena Abang mau nikahan
  • Jobseeker di Jambi sampe habis lebaran
  • Diterima di salah satu distributor alkes/farma swasta dan mulai kerja pertengahan Agustus
  • Janji bike to work terabaikan dengan alasan jam kerja yang masih menggila di awal kerja, kemudian dibarengi dengan terpaan kabut asap dan sampai akhirnya pergantian kepala cabang dari yang workholic ke yang wolesholic (tssaah). Ditambah saya udah terlalu 'gatel' juga sejak satu minggu yang lalu akhirnya saya bike to work. Memang ada hikmahnya, gak lama mulai bike to work sekitar 5 hari yang lalu cuaca sudah pulih. Hujan turun kabut urung. 
Sekian deh buat malam ini, udah somnolen banget gegara terpaksa nelen tramadol sejak kemaren. iya random banget postingan hari ini antara pengen ngeksis lagi sama 4l4y, whatever lah.



Sampai jumpa kengkawan, jangan lupa bahagia, jangan lupa menulis! 

"Ikatlah ilmu dengan menulis. Bahwa apapun yang kau tulis akan diminta pertanggungjawabannya kelak"
--Ali bin Abi Thalib